Perjuangan Sang Calon Mahasiswa part 3


Senin, 26 Februari 2018

Ayahku memilihkanku tiga jurusan, yaitu Teknologi Industri Pertanian UGM (pilihan pertama), Teknik Pertanian UB (pilihan kedua), dan Ilmu dan Teknologi Lingkungan Unair (pilihan ketiga). Bismillah, akhirnya aku memilih ketiga jurusan tersebut untuk SBMPTNku, sesuai dengan pilihan Ayahku. Sebenarnya cukup berat untuk menjadikan tiga jurusan itu pilihan SBMPTNku karena artinya aku harus mengikhlaskan ITSku untuk tidak mencobanya lagi. Saat itu aku mencoba untuk yakin bahwa pilihan orang tua insyaAllah pilihan yang terbaik. Saat aku menyiapkan diri untuk ujian SBMPTN dengan mengikuti les khusus SBMPTN di salah satu lembaga bimbingan belajar di Kediri, pengumuman hasil SPAN-PTKIN keluar. Lagi-lagi, untuk ketiga kalinya Allah belum memberiku kesempatan untuk diterima. Yaa, aku dinyatakan tidak lulus SPAN-PTKIN. Rasa kecewa pasti ada, namun karena saat itu aku sedang fokus untuk SBMPTNku, Alhamdulillah Allah semacam mengalihkan perhatianku sehingga membuatku tidak begitu memikirkannya.

Aku berusaha keras menyiapkan SBMPTNku, membeli buku-buku yang terkait dengan ujian masuk perguruan tinggi, mengerjakan banyak soal terkait, dan berusaha untuk memahami dengan baik materi-materi yang selama ini cukup jadi “momok”, seperti matematika dan fisika. Aku memilih lokasi ujian tulis SBMPTN di Malang. Sehari sebelum ujian, aku ditemani Ayah berangkat ke Malang naik bis. Aku ingat sekali, kami berangkat siang dan sampai Malang sore. Kami naik bus Harapan Baru dengan tujuan akhir Banyuwangi, saat membaca nama bisnya, aku berkata dalam hati semoga ada harapan baru yang nantinya bisa menjadikan hidupku lebih baik melalui perjalananku kali ini. Sampai di Malang, kami dijemput oleh saudara sepupu kami, dan kami menginap di kontrakannya. Malam harinya, Ayah dan saudara sepupuku keluar untuk survey lokasi ujian sekaligus Ayah menghafal jalan untuk mengantarkanku besok paginya. Pukul 5 pagi, Ayah dan aku berangkat dari kontrakan menuju lokasi ujian. Setelah sampai di lokasi dan sudah mengetahui tempat duduku, Ayah mengajakku untuk sarapan, namun aku benar-benar tidak selera untuk makan apapun itu. Sebenarnya ini kebiasaan sih, setiap mau mengikuti ujian atau lomba, seringkali aku kehilangan nafsu makan.

Alhamdulillah, tes SBMPTN berhasil kujalani dengan baik. Aku merasa beberapa soal mirip dengan latihan soal yang pernah aku kerjakan sebelumnya, kadang hanya angkanya saja yang berbeda, atau ada sedikit modifikasi pada soal. Setelah ujian tulis selesai, kami langsung siap-siap untuk pulang ke Tulungagung. Saat itu, kami harus naik bus kecil yang sangat penuh karena dipenuhi penumpang yang sebagian besar adalah peserta SBMPTN yang kemungkinan berasal dari Blitar, Tulungagung, ataupun Trenggalek. Setelah kami menunggu sekian lama dan telah melewatkan 3 bus karena sangat penuh, akhirnya kami naik bus keempat yang penumpangnya tidak sepenuh 3 bus sebelumya. Di sini, aku benar-benar merasakan bagaimana cara Ayah berkorban untukku dan berusaha melindungiku. Perjalanan Malang-Tulungagung menggunakan bis kecil membutuhkan waktu yang cukup lama, lebih dari 4 jam. Padahal kalo naik kendaraan pribadi biasanya dapat ditempuh sekitar 3 sampai 4 jam. Pada saat itu, awalnya aku dan Ayah berdiri, kemudian, ada 1 kursi kosong. Ayah memintaku untuk duduk di kursi kosong itu sedangkan Beliau berdiri tepat disampingku  sampai mendekati Tulungagung dan Beliau baru mendapatkan kursi kosong. Sungguh, bagiku itu salah satu pengorbanan Ayah yang luar biasa dari sekian pengorbanan Ayah yang lain, padahal aku tau banget, itu pasti sangat melelahkan. Waktu itu, kami mendapatkan sekitar pukul 4 sore dan kami sampai di terminal Tulungagung sekitar pukul 9 malam. Ditambah dengan perjalanan ke rumah, sepertinya kami sampai rumah sekitar pukul 10 malam. Cukup melelahkan memang, tapi aku selalu percaya bahwa selalu ada hikmah yang bisa diambil dari suatu perjalanan, dan ini adalah salah satu bentuk ikhtiarku. (bersambung)

"Bersyukurlah atas lelahmu karena bisa jadi lelahmu adalah lelah yang diharapkan banyak orang" - Mei

Comments

Popular posts from this blog

Perjuangan Sang Calon Mahasiswa part 5

Perjuangan Sang Calon Mahasiswa part 4