Perjuangan Sang Calon Mahasiswa part 4
Ahad, 4 Maret 2018
Setelah tes SBMPTN selesai, aku mulai menyiapkan diri untuk
mendaftar UM-PTKIN (semacam SBMPTN tapi hanya untuk UIN/IAIN/STAIN). Waktu itu,
selama masih ada kesempatan untuk mendaftar di perguruan tinggi negeri jalur
apapun, orang tuaku menyuruhku untuk ikut. Aku menyiapkan berkas-berkas dan
mengikuti pendaftaran online UM-PTKIN. Ada yang sedikit berbeda untuk ujian
masukku kali ini. Aku memilih jurusan-jurusan IPS, yaitu Psikologi UIN Malang
(pilihan pertama) dan Perbankan Syariah IAIN Tulungagung (pilihan kedua).
Alasan pilihan kedua yaitu agar lokasi tesku bisa di Tulungagung saja, sehingga
ayahku tidak perlu mengantarkanku jauh-jauh. Kali ini aku harus belajar sendiri
karena setelah SBMPTN aku sudah tidak mengikuti bimbingan belajar lagi. Aku
mulai fokus belajar secara mandiri di rumah. Bagiku agak susah sebenarnya
belajar hal-hal yang bukan bidangku bahkan bukan bidang yang aku sukai. aku
waktu itu mikirnya kalo IPS itu harus banyak membaca. Jadi, yaa aku berusaha
buat banyak-banyak membaca aja, walupun kadang sering ngga pahamnya wkwk.
Sambil mempersiapkan tes UM-PTKIN, aku mencoba me-list ujian mandiri yang sekiranya bisa kuikuti. Waktu itu, aku
memutuskan akan mencoba ujian tulis UGM dan Undip saja. Hal ini kuputuskan dengan
berbagai pertimbangan, salah satunya berdasarkan informasi yang aku dapat,
jalur mandiri UGM dan Undip memberlakukan UKT seperti SNMPTN dan SBMPTN, tidak
ada tambahan biaya lain yang diberlakukan oleh beberapa universitas.
Aku mencoba mendaftar ujian tulis di UGM atau biasanya disebut UTUL UGM. Kalo ngga salah waktu itu jadwal ujiannya bersamaan dengan SIMAK UI, sehingga untuk yang menginginkan mendaftar keduanya harus memilih salah satu. Aku tidak begitu ingat waktu itu mengambil jurusan apa saja, yang jelas pilihan pertamaku adalah Ilmu Gizi. Aku memilih lokasi ujian terdekat, yaitu di Yogyakarta karena pada saat itu pilihan lokasi ujian hanya di Yogyakarta dan Jakarta. H-1 ujian tulis, aku dan ayah ke Jogja naik bus Sugeng Rahayu. Kami tidak punya saudara di Jogja, sehingga ketika kami sampai di Terminal Giwangan, kami langsung naik taksi dan menuju penginapan (aku lupa nama penginapannya apa, pokoknya rekomendasi dari supir taksinya). Ayah membuat janji dengan supir taksinya agar menjemput kami esok pagi jam 5 untuk diantar ke lokasi ujian. Selama di penginapan, aku benar-benar tidak bisa belajar, padahal di sana aku melihat beberapa orang seusiaku sedang belajar di luar kamar, kupikir mereka mungkin juga peserta UTUL UGM. Waktu itu, aku rasanya sedikit kesal karena selama sekitar 10 jam perjalanan, hiburan di bus yaitu lagu-lagu dangdut yang diputar berkali-kali sampai rasanya aku hampir hafal (padahal aku bukan orang yang suka dangdut, bahkan ngga pernah menghafal lagu dangdut). Setelah turun dari bus sampai aku di penginapan entah kenapa lagu itu terus berputar di kepalaku. Sungguh, ini membuatku susah untuk berkonsentrasi.
Esok harinya, tepat pukul 5 pagi, bapak sopir taksi sudah siap menunggu kami di halaman penginapan. Kamudian, kami langsung check out dan menuju lokasi ujian di gedung pascasarjana MM UGM. Waktu itu lokasi masih sangat sepi, maklum kami sampai lokasi kondisinya masih sangat pagi. Lalu, ayah mengajakku mencari sarapan. Kami sarapan gudeg di daerah lampu merah Jalan Kaliurang, tidak begitu jauh dari lokasi ujian. Lagi-lagi, aku mulai tidak nafsu makan efek terlalu nervous. Kemudian, kami kembali ke lokasi dan sudah mulai banyak orang di sana. Alhamdulillah, ujian tulis berjalan dengan baik walaupun kadang konsentrasiku terganggu oleh lagu-lagu dangdut yang kemarin di bus. Setelah ujian selesai, kami langsung memutuskan untuk pulang. Sebenarnya, kami ingin pulang naik kereta, namun karena tidak tahu jadwal kereta, kami khawatir nantinya justru menunggu terlalu lama, akhirnya kami memilih untuk naik bus saja. Dari MM UGM menuju ke Terminal Giwangan, kami mencoba naik transjogja. Itu adalah pengalaman pertama kami naik transjogja. Dengan bertanya ke beberapa orang, kami diarahkan untuk berjalan ke di shelter transjogja yang berada di depan Kopma UGM. (bersambung)
Aku mencoba mendaftar ujian tulis di UGM atau biasanya disebut UTUL UGM. Kalo ngga salah waktu itu jadwal ujiannya bersamaan dengan SIMAK UI, sehingga untuk yang menginginkan mendaftar keduanya harus memilih salah satu. Aku tidak begitu ingat waktu itu mengambil jurusan apa saja, yang jelas pilihan pertamaku adalah Ilmu Gizi. Aku memilih lokasi ujian terdekat, yaitu di Yogyakarta karena pada saat itu pilihan lokasi ujian hanya di Yogyakarta dan Jakarta. H-1 ujian tulis, aku dan ayah ke Jogja naik bus Sugeng Rahayu. Kami tidak punya saudara di Jogja, sehingga ketika kami sampai di Terminal Giwangan, kami langsung naik taksi dan menuju penginapan (aku lupa nama penginapannya apa, pokoknya rekomendasi dari supir taksinya). Ayah membuat janji dengan supir taksinya agar menjemput kami esok pagi jam 5 untuk diantar ke lokasi ujian. Selama di penginapan, aku benar-benar tidak bisa belajar, padahal di sana aku melihat beberapa orang seusiaku sedang belajar di luar kamar, kupikir mereka mungkin juga peserta UTUL UGM. Waktu itu, aku rasanya sedikit kesal karena selama sekitar 10 jam perjalanan, hiburan di bus yaitu lagu-lagu dangdut yang diputar berkali-kali sampai rasanya aku hampir hafal (padahal aku bukan orang yang suka dangdut, bahkan ngga pernah menghafal lagu dangdut). Setelah turun dari bus sampai aku di penginapan entah kenapa lagu itu terus berputar di kepalaku. Sungguh, ini membuatku susah untuk berkonsentrasi.
Esok harinya, tepat pukul 5 pagi, bapak sopir taksi sudah siap menunggu kami di halaman penginapan. Kamudian, kami langsung check out dan menuju lokasi ujian di gedung pascasarjana MM UGM. Waktu itu lokasi masih sangat sepi, maklum kami sampai lokasi kondisinya masih sangat pagi. Lalu, ayah mengajakku mencari sarapan. Kami sarapan gudeg di daerah lampu merah Jalan Kaliurang, tidak begitu jauh dari lokasi ujian. Lagi-lagi, aku mulai tidak nafsu makan efek terlalu nervous. Kemudian, kami kembali ke lokasi dan sudah mulai banyak orang di sana. Alhamdulillah, ujian tulis berjalan dengan baik walaupun kadang konsentrasiku terganggu oleh lagu-lagu dangdut yang kemarin di bus. Setelah ujian selesai, kami langsung memutuskan untuk pulang. Sebenarnya, kami ingin pulang naik kereta, namun karena tidak tahu jadwal kereta, kami khawatir nantinya justru menunggu terlalu lama, akhirnya kami memilih untuk naik bus saja. Dari MM UGM menuju ke Terminal Giwangan, kami mencoba naik transjogja. Itu adalah pengalaman pertama kami naik transjogja. Dengan bertanya ke beberapa orang, kami diarahkan untuk berjalan ke di shelter transjogja yang berada di depan Kopma UGM. (bersambung)
"Dengarkan hal baik agar kau juga memikirkan hal baik"-Mei

Comments
Post a Comment