Perjuangan Sang Calon Mahasiswa part 6
Sabtu, 17 Maret 2018
Takmir tersebut menawarkan kepada kami untuk menginap di masjid tersebut. Ayah menerima tawaran takmir tersebut. Pada saat itu juga, ada seorang perempuan peserta ujian tulis bersama dengan ayahnya juga sedang mencari penginapan. Singkat cerita, aku, ayah, perempuan itu (aku lupa namanya), dan ayahnya menginap di masjid tersebut. Kebetulan, tidak jauh dari masjid ada warung makan yang menjual berbagai macam penyetan. Alhamdulillah, jadi kami berbuka puasa dan sahur bisa beli di warung itu. Kami tidur di lantai 2 masjid. Alhamdulillah, masjid tersebut cukup nyaman. Keesokan harinya, kami bersiap dan langsung berkemas menuju lokasi ujian yang ditempuh hanya sekitar 5 menit dengan jalan kaki.
Alhamdulillah, ujian tulis berjalan dengan lancar. Setelah
ujian selesai, aku dan ayah langsung pulang. Kalo tidak salah, ujian selesai
sekitar dhuhur. Kemudian, kami mencari angkot menuju Terminal Bungurasih. Kalo
tidak salah juga, kami harus berganti angkot dua kali. Setelah sampai di
Terminal Bungurasih, kami naik bus Harapan Jaya jurusan Tulungagung karena
waktu itu motor ayah dititipkan di Terminal Gayatri Tulungagung. Kami sampai di
rumah tepat saat waktu berbuka puasa. Alhamdulillah, perjalanan hari itu terasa
begitu dimudahkan dan dilancarkan, sehingga kami bisa sampai di rumah tepat
saat adzan maghrib berkumandang.
Setelah tes STAN selesai, masih ada lagi yang harus ku
persiapkan, yaitu pendaftaran UM Undip. Aku mulai mempersiapkan berkas-berkas,
mengikuti pendaftaran online, dan membayar biaya administrasi pendaftaran.
Sambil mempersiapkan diri untuk tes UM Undip di Semarang, doa untuk SBMPTN,
UM-PTKIN, dan STAN tak pernah terputus. Saat itu, kalau tidak salah urutan
jadwalnya adalah pengumuman SBMPTN, pengumuman STAN, tes UM Undip, pengumuman
UM-PTKIN, lalu pengumuman UTUL UGM. Pada saat hari H, berdasarkan informasi
yang kudapat, pengumuman SBMPTN mulai bisa diakses jam 5 sore. Tepat pukul 5
sore aku mulai membuka laptop dan mencoba mengakses web SBMPTN, namun selalu
error, kupikir mungkin karena terlalu banyak yang mengakses. Deg-deg an sekali
rasanya waktu itu, bahkan sampai adzan maghrib berkumandang, aku masih tak bisa
berpindah dari depan laptop dan terus mencoba mengakses web SBMPTN yang
terus-terusan error.
Es buah buatan Ibu yang tadinya begitu menggoda menjadi
tidak menarik. Ayahku sampai sedikit memaksaku minum untuk sekedar membatalkan
puasa. Kemudian, aku memutuskan untuk menutup laptopku sementara dan
melaksanakan sholat maghrib dulu, saat itu aku hanya berpikir mungkin setelah
aku sholat, aku akan lebih dimudahkan. Benar saja, setelah selesai melaksanakan
sholat maghrib, kubuka laptopku lagi dan kucoba mengkakses web SBMPTN yang
Alhamdulillah mulai lancar. Sambil tangan gemetaran, kubuka pengumumannya, dan
Alhamdulillah tertulis bahwa aku dinyatakan LULUS di S1 Teknologi Industri
Pertanian UGM. Sontak aku berteriak, “Alhamdulillah diterima”, lalu ayah
menghampiriku dan memelukku dengan saat erat. Allahu Akbar, tak terasa air
mataku mengalir deras. Ayah mencium keningku dan mengucapkan selamat kepadaku.
Bagiku itu momen yang sangat mengharukan. Aku merasakan hangatnya cinta dan
kasih seorang ayah yang begitu menyentuh. Kemudian, Ibuku datang dan memelukku
sambil mengucapkan selamat padaku. Sungguh indah dan membahagiakan sekali
rasanya mengingat momen itu. Inilah hasil dari penantianku. Hasil dari doa-doa
malam Ayah dan Ibuku. Aku merasakan sekali kekuatan doa dan ridho orang tua.
Yaa, aku harus ingat, SBMPTNku adalah pilihan orang tuaku. Disitu aku merasa,
mereka sangat ridho dengan pilihan itu. Aku bahagia, dan aku selalu percaya
bahwa Allah sudah menyiapkan rencana terbaiknya setelah pengumuman yang
membahagiakan malam itu. (bersambung)
"Jangan pernah menganggap keberhasilan yang kamu dapat hanya dari usahamu sendiri"-Mei

Comments
Post a Comment